Tau film bioskop Milli & Nathan?
Film bioskop yang udah lama banget. Sering diliatin di TV.
Tapi gatau
kenapa tiap film itu main gw mesti siap didepan TV buat nonton film
itu. Kalau ditanya bosen nggak? Gw akan jawab "nggak"
Ya gimana mau bosen kalau filmnya emang bagus. Di film itu juga banyak kata-katanya yang baguus banget. Nanti dibawah gw liatin kata-katanya. Tapi gambar filmnya dulu ya.
Cover film "Milli & Nathan"
Nathan said "Coba kita tambahkan 4x + y =
jadi hem.......... kita jadian aja yuk?"
<<<<<<
Itu tadi beberapa gambar filmnya.
In beberapa
kata-katanya. Kata-katanya ini awalnya Milli minta Nathan ucapin satu
kata lalu Milli bikin kata-katanya. Ini beberapa kata-katanya :
Kopi
Cinta
itu seperti kopi panas. Paling enak ya diminum saat panas. Tapi
resikonya jadi cepat habis. Biar nggak cepat habis ya diminumnya
pelan-pelan. Tapi resikonya jadi cepat dingin.
Terbang
Tiap manusia pasti bisa terbang. Yang dibutuhkan hanya seseorang untuk menunjukkan bagaimana melebarkan sayapnya.
Luka
Seni kehidupan adalah tinggal bersama luka. Dan setiap hari masih bisa tertawa.
Langit
Setelah matahari. Setelah langit. Benda yang berwarna cerah adalah harapan.
Ini kata-kata novel pertama Milli
Dia
adalah manusia yang selalu bigung menentukan arah. Belok kanan, belok
kiri, atau lurus saja. Dia hanya tau dia harus terus berjalan. Tidak
boleh berhenti. Sampai disatu titik ketika kebuntuan menghadangnya
daripada memilih untuk berhenti dia memilih untuk mundur lagi
kebelakang. Karena yang penting baginya adalah terus dan terus berjalan.
Surat Nathan saat hari pernikahan Milli
Hari
ini pastilah hari yang paling bahagia buat kamu. Aku ikut bahagia.
Karena dari tempatku berada aku yakin aku bisa melihatmu. Melihat engkau
tersenyum. Walaupun aku tak bisa menyentuhmu lagi.
Maafkan
aku karna aku meninggalkanmu, Mili. Tapi sebenarnya aku tak pernah
benar-benar melakukannya. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu. Tapi
justru menjadi abadi bersamamu. Aku bukan penulis. Aku hanya ingin
mengutip salah satu dari tulisan dinovel pertamamu. Dimana sang tokoh
selalu merasa melewati jalan asing. Mencari, entah apa. Berlari, entah
untuk apa. Ratusan persimpangan dilewati lalu diabaikan. Hingga
kerinduan menjelma menjadi bayangan sepangjang perjalanan. Akulah tokoh
itu. Dan kerinduanku akan menjadi bayanganku. Kerinduan pada suatu hari
milik kita. Pada suatu persimpangan dimana kita pertama kali bertemu.
Kata-kata lain
Sedih sama seneng datengnya satu paket kan?
Melupakan kamu malah mengganggu konsentrasi belajar aku. Tapi kalo mikirin kamu itu yg membuat aku semangat
Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, tapi untuk abadi bersamamu
Cinta sejati itu indah ya... walaupun gak bisa bersatu lagi tapi hatinya tetap menyatu
Tersentuh
dengan ketulusan cinta-nya, dan ingin selalu melihat senyuman-nya walau
dari jauh tanpa bisa menyentuh sosok tercintanya
Kesakitanku bertambah pahit. Ketika harus ku akui, aku menahan rasa cinta untukmu namun kau tetap ada
Kamu datang ke hidup aku terus pergi gitu aja, kamu tuh gak jelas. Kamu abu-abu buat aku
Saat kamu baca ini pasti kamu sedang bahagia
Do what I love, Love what I do









