Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Thursday, May 24, 2012

Milli & Nathan

Tau film bioskop Milli & Nathan?
Film bioskop yang udah lama banget. Sering diliatin di TV.
Tapi gatau kenapa tiap film itu main gw mesti siap didepan TV buat nonton film itu. Kalau ditanya bosen nggak? Gw akan jawab "nggak"
Ya gimana mau bosen kalau filmnya emang bagus. Di film itu juga banyak kata-katanya yang baguus banget. Nanti dibawah gw liatin kata-katanya. Tapi gambar filmnya dulu ya.

Cover film "Milli & Nathan"

Nathan said "Coba kita tambahkan 4x + y = 
jadi hem.......... kita jadian aja yuk?"
<<<<<<






Itu tadi beberapa gambar filmnya.
In beberapa kata-katanya. Kata-katanya ini awalnya Milli minta Nathan ucapin satu kata lalu Milli bikin kata-katanya. Ini beberapa kata-katanya :

Kopi
Cinta itu seperti kopi panas. Paling enak ya diminum saat panas. Tapi resikonya jadi cepat habis. Biar nggak cepat habis ya diminumnya pelan-pelan. Tapi resikonya jadi cepat dingin.

Terbang
Tiap manusia pasti bisa terbang. Yang dibutuhkan hanya seseorang untuk menunjukkan bagaimana melebarkan sayapnya.

Luka
Seni kehidupan adalah tinggal bersama luka. Dan setiap hari masih bisa tertawa.

Langit
Setelah matahari. Setelah langit. Benda yang berwarna cerah adalah harapan.

Ini kata-kata novel pertama Milli

Dia adalah manusia yang selalu bigung menentukan arah. Belok kanan, belok kiri, atau lurus saja. Dia hanya tau dia harus terus berjalan. Tidak boleh berhenti. Sampai disatu titik ketika kebuntuan menghadangnya daripada memilih untuk berhenti dia memilih untuk mundur lagi kebelakang. Karena yang penting baginya adalah terus dan terus berjalan.

Surat Nathan saat hari pernikahan Milli

Hari ini pastilah hari yang paling bahagia buat kamu. Aku ikut bahagia. Karena dari tempatku berada aku yakin aku bisa melihatmu. Melihat engkau tersenyum. Walaupun aku tak bisa menyentuhmu lagi.
Maafkan aku karna aku meninggalkanmu, Mili. Tapi sebenarnya aku tak pernah benar-benar melakukannya. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu. Tapi justru menjadi abadi bersamamu. Aku bukan penulis. Aku hanya ingin mengutip salah satu dari tulisan dinovel pertamamu. Dimana sang tokoh selalu merasa melewati jalan asing.  Mencari, entah apa. Berlari, entah untuk apa. Ratusan persimpangan dilewati lalu diabaikan. Hingga kerinduan menjelma menjadi bayangan sepangjang perjalanan. Akulah tokoh itu. Dan kerinduanku akan menjadi bayanganku. Kerinduan pada suatu hari milik kita. Pada suatu persimpangan dimana kita pertama kali bertemu.

Kata-kata lain

Sedih sama seneng datengnya satu paket kan?

Melupakan kamu malah mengganggu konsentrasi belajar aku. Tapi kalo mikirin kamu itu yg membuat aku semangat

Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, tapi untuk abadi bersamamu

Cinta sejati itu indah ya... walaupun gak bisa bersatu lagi tapi hatinya tetap menyatu

Tersentuh dengan ketulusan cinta-nya, dan ingin selalu melihat senyuman-nya walau dari jauh tanpa bisa menyentuh sosok tercintanya

Kesakitanku bertambah pahit. Ketika harus ku akui, aku menahan rasa cinta untukmu namun kau tetap ada

Kamu datang ke hidup aku terus pergi gitu aja, kamu tuh gak jelas. Kamu abu-abu buat aku

Saat kamu baca ini pasti kamu sedang bahagia

Do what I love, Love what I do

1 comment: